Pengertian dan Karakteristik Aktiva Berwujud

Dalam komponen neraca terdapat komponen aktiva, ada dua jenis komponen aktiva yaitu aktiva berwujud dan aktiva tidak berwujud. Pada umumnya aktiva berwujud selalu memiliki nilai lebih besar daripada aktiva tidak berwujud.

Aktiva berwujud pasti memiliki peranan yang berbeda di setiap perusahaan. Hal tersebut dilandasi dari jenis usaha yang dijalaninya. Sebagai contoh sebuah perusahaan tambang akan memiliki peranan aktiva berwujud yang berbeda dengan perusahaan perbankan.

Pengertian Aktiva Berwujud

Aktiva berwujud adalah aktiva yang memiliki bentuk fisik yang dimiliki dan digunakan oleh perusahaan dalam melaksanakan operasionalnya. Pada umumnya aktiva berwujud memiliki umur atau masa kegunaan yang panjang dan relatif permanen.

Menurut PSAK No 16 Edii Revisi 2002, Aktiva tetap diartikan sebagai berikut ini ;

(1) dimiliki oleh perusahaan untuk digunakan dalam produksi atau menyediakan barang atau jasa, untuk diweakan atau untuk keperluan administrasi dan (2) diharapkan dapat digunakan selama lebih dari satu periode.

PSAK No 16 Edii Revisi 2002

Karakteristik Aktiva Berwujud

Setelah memahami pengertian aktiva berwujud di atas mari kita simak karakteristik yang dimiliki oleh aktiva berwujud supaya lebih memahami lebih dalam mengenai aktiva berwujud.

Mempunyai Bentuk Fisik

Karakteristik yang pertama adalah memiliki bentuk fisik, atau bisa diartikan aktiva berwujud adalah aktiva yang dapat diraba dan dilihat.

Digunakan Untuk Operasional Perusahaan

Aktiva tetap berwujud akan digunakan untuk tujuan operasional perusahaan, dengan demikian setiap aktiva tetap yang sudah dimiliki oleh perusahaan namun belum digunakan untuk tujuan operasional maka belum termasuk dalam pengertian aktiva tetap.

Sebagai contoh sebuah showroom membeli sebidang tanah yang rencananya akan digunakan untuk perluasan gudang mobil, namun belum dibagung gudang dan belum digunakan sebagai operasional perusahaan maka belum termasuk dalam pengertian aktiva tetap.

Bersifat Relatif Permanen

Aktiva tetap berwujud akan memiliki masa pakai yang panjang atau lebih dari satu periode akuntansi. Maka dari itu, aktiva tetap akan cenderung memiliki masa pemakaian yang relatif permanen.

Tidak Untuk Dijual Kembali

Dalam hal ini, aktiva tetap yang dimiliki tidak boleh dikelompokkan dalam golongan barang dagangan karena sifatnya yang relatif permanen dan bertujuan untuk kegiatan operasional perusahaan.

Dengan kata lain, aktiva tetap difokuskan untuk kegiatan operasional perusahaan bukan untuk diperjualbelikan.

Aktiva Tetap Terbatas dan Tidak Terbatas

Aktiva tetap berwujud dikelompokkan dalam dua bagian yaitu aktiva tetap terbatas dan aktiva tetap tidak terbatas.

Aktiva Tetap Terbatas adalah aktiva yang memiliki jangka umur terbatas atau biasa disebut penyusutan (depresiasi). Contoh aktiva tetap berwujud terbatas adalah mesin, dan kendaraan.

Aktiva Tetap Tak Terbatas adalah aktiva yang memiliki umur tak terbatas atau tidak memiliki nilai penyusutan (depresiasi). Contoh aktiva tetap tak terbatas adalah tanah.

Untuk penjelasan mengenai penyusutan aktiva tetap akan saya bahas di artikel lainnya.

Tinggalkan komentar