Memahami Buyer Persona dalam Copywriting

Sebelum lebih jauh membahas mengenai pengertian buyer persona, saya akan memberikan beberapa pertanyaan pengantar.

  1. Kepada siapakah kalian akan menjual mobil?
  2. Kepada siapakah kalian akan menjual hijab?
  3. Kepada siapakah kalian akan menjual diamond game?

Jika kalian bisa menjawab tiga pertanyaan tersebut, selamat setidaknya kalian sudah memahami konsep dasar dari buyer persona.

Jadi, buyer persona secara simpelnya bisa diartikan sebagai target market.

Setiap produk yang dijual akan memiliki target yang berbeda sesuai dengan jenis produk.

Kita tidak bisa beriklan mobil kepada anak sekolah, kita juga tidak bisa menjual hijab kepada bapak bapak hahaha.

Bahkan beda jenis mobil pun bisa juga beda bapak bapak yang kita target.

Sebagai contoh, mobil pickup akan cocok kepada pengusaha yang memerlukan mobil untuk mengangkut dagangan, mobil sedan akan lebih cocok untuk orang yang suka sport, dan seterusnya.

Oke, sampai sini saya harap kalian sudah paham mengenai konsep dasar dari buyer persona.

Selanjutnya kita akan membahas mengenai buyer persona lebih teknis lagi.

Pertama kamu harus mengetahui apa saja komponen dalam mencari buyer persona yang pas, adapun beberapa komponen atau data yang dibutuhkan yaitu :

  1. Jenis kelamin
  2. Usia
  3. Lokasi
  4. Status
  5. Pendidikan
  6. Pekerjaan
  7. Penghasilan
  8. Hobi
  9. Kebiasaan
  10. Masalah yang dialami (sesuai dengan produk)
  11. Harapan setelah membeli produk (berhubungan dengan benefit yang didapatkan)
  12. Tantangan yang dihadapi untuk mendapatkan harapan

Nah kita akan breakdown satu satu sekalian praktik mencari buyer persona.

Oke kali ini kita akan menggunakan contoh produk “Peninggi Badan”

Pertama-tama seharusnya kita harus memiliki worksheet untuk membuat buyer persona, namun di artikel ini akan langsung saya tulis satu persatu sesuai dengan poin yang dibutuhkan.

“Peninggi badan biasanya akan dibutuhkan oleh orang-orang yang mengalami hambatan dalam pertumbuhan”

Untuk poin satu sampai empat yang merupakan data demografi saya rasa semua sudah paham bagaimana mengisinya.

  1. Jenis kelamin : bisa saja laki-laki atau perempuan akan membutuhkan peninggi badan.
  2. Usia : Usia yang umum mencari peninggi badan adalah remaja antara usia 18 tahun hingga 25 tahun.
  3. Lokasi : Untuk lokasi bisa ditargetkan sesuai jangkauan kalian berjualan
  4. Status : Kebanyakan berstatus lajang karena merasa kurang PD dengan tinggi badan, atau sulit mencari pekerjaan.
  5. Pendidikan : SLTA, S1 
  6. Pekerjaan : Biasanya orang orang yang bekerja di kantor tidak ada waktu untuk berolahraga maka mereka membutuhkan peninggi badan
  7. Penghasilan : Karena bukan kebutuhan primer maka bisa dikatakan 3 juta ke atas
  8. Hobi : Olahraga, seni, dan apapun yang sekiranya termasuk
  9. Kebiasaan : bekerja, sekolah/kuliah, olahraga, nongkrong
  10. Masalah yang dialami (sesuai dengan produk) : pertumbuhan tinggi badan yang tidak sesuai harapan meskpiun sudah berusaha.
  11. Harapan setelah membeli produk (berhubungan dengan benefit yang didapatkan) : mendapatkan tinggi badan yang diinginkan.
  12. Tantangan yang dihadapi untuk mendapatkan harapan : 

Setelah kita mendapatkan buyer persona, kita akan lebih mudah dalam membuat tulisan copy karena kita sudah memiliki bayangan target market yang akan kita tuju.

Buyer persona ini akan selalu berguna ketika kalian memasarkan sebuah produk, baik itu melalui social media ads, konten, atau sebagainya.

Jika kalian sudah memahami buyer persona ini maka bisa jadi jualan kalian akan semakin laris manis dan akan menjadi orang terkaya di muka bumii amiin hahaha.

Rafli Novianto
Rafli Novianto

Hanya orang biasa yang bernapas melalui hidung

Articles: 37

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.